Ibu
Dengkuran Ibuku membangunkan badanku yang sedang tersungkur memoles kasur. Beliau tidur disini ternyata. Karena kakak keduaku memakai kamarnya. Pikiranku mengabarkan, jika aku sangat jarang menemui momen ini. Aku merasa kecil dimalam yang gelapnya sungguh megah. Kupandang wajahnya. Cara dia bernafas. Bagaimana dadanya bergerak ketika menghirup udara. Tidurnya. Rambutnya, dan segala hal yang memberikan informasi bahwa beliau sudah tua.
Aku sayang ibuku, dia hanya ditemani tekat untuk membesarkan ketiga anaknya. Hebat.
" Bu, aku akan terus berusaha untuk tetap hidup. Dalam dunia yang sudah mati ini " batinku menggerutu
Kulanjutkan tidur saja untuk segera melihat senyumnya besok pagi, memberikan celoteh canda atau minuman favoritnya.
Beliau sukses menjadi fondasi, untuk rumah sekuat ini.
Komentar
Posting Komentar