Mimpi Buruk

“Hey tuan, kenapa kita bisa melewati jalan pelosok yang jelek ini?” Ujarku bertanya kepada seseorang yang membawaku pergi naik Pegasus

“Maaf nak, hanya ini jalan yang bisa kita lewati”

“Kita menaiki pegasus, hewan ini juga memiliki sayap, kenapa tidak mencoba terbang saja?”

“Anakku, lihatlah saja kedepan dan diam”


Jalanan ini penuh krikil, Ada beberapa batu kecil yang terlempar sebab terlindas kuda kita. Sepuluh meter kedepan kulihat ada tiang lampu berwarna oranye yang menjulang tinggi sedang menyorot bungkuk kebawah. Ada beberapa yang redup dan pendek, ketika melaju di jalan yang seperti ini saat malam. Telingamu akan ditemani puluhan kicauan jangkrik, rasanya damai sekaligus membuat bulu kudukmu merinding.


“Daerah ini cukup menyeramkan, apa tujuanku pergi kesini ya?” Aku menggerutu dalam hati

“Aku mengerti kau sedang berfikir apa nak.” 

“Hah? Kau seperti cenayang saja, coba tebak apa yang aku pikirkan?”

“Kau tidak tau kenapa bisa ada disini dan mengapa menaiki hewan mitologi bersamaku sedangkan kau hidup dizaman modern, bukankah begitu?”

“Sialan, pak tua ini tepat sekali” gumamku dalam hati

“Aku masih bisa mendengarmu menyumpahiku. Nak, kau sudah mati. Rohmu sedang kubawa menuju penghakiman, sebentar lagi di lampu yang sedang membungkuk tersebut. Jiwamu akan melebur menjadi partikel jiwa yang baru”

“Hah???”


Sudah jam lima pagi saat alarmku berbunyi, entah aku tadi bermimpi apa tapi itu sungguh menyeramkan.

Komentar