Teori Liar Tak Berdasar

 Malam ini sungguh sunyi dan saya hanya ditemani dentuman keyboard laptop yang terus berbunyi. Saya menyulut rokok dan menaruhnya persis dikanan saya, dikamar yang penuh sarang laba laba tepat diatas kepala saya membantu menstimulan otak ini jadi lebih cerdas. Jadi saya memilih untuk tidak membersihkannya, meski terkadang omelan ibu saya berdentum keras setiap waktu, saya memilih bungkam dan hanya menjawab "Iya". Saya tergolong pribadi yang memiliki jiwa autis serta mempunyai pandangan pandangan yang muncul karena sengaja menstimulasi diri saya seolah terkena hipnosis.

Tentu tidaklah mudah memiliki karakter yang jauh dari normalnya moral manusia diluar sana, saya adalah pecandu buku buku yang memiliki kisah tragis. Saat saya berkunjung ke toko buku yang masih bersegel maupun loakan, yang saya lihat pertama adalah sinopsis buku tersebut. Anehnya, saya menuang rasa ketertarikan kepada buku yang setidaknya memuat kasus bunuh diri dan pembunuhan berantai.

Meskipun terlihat dungu jika menurut perspektif banyak orang, saya merasa tema yang memuat hal itu cukup anggun dan layak saya baca. Tidak ada alasan yang jelas mengenai hal itu. Bahkan setiap unggahan konten video di youtube saja saya selalu mengedepankan pencarian terhadap kasus pembunuhan.

"Tengil sekali bocah ini" seru mereka dalam hati yang sedang membaca ini perlahan lahan. Ketika kornea mata dan otak mereka sedang mencerna saya sedang mendiagnosa diri saya sendiri dan memperlihatkan minat yang tidak rasional. Begitulah kurang lebihnya.

Dalam periode hiatus dan mengurung diri ini saya merinci segala peristiwa yang saya alami sejak kecil, saya menemukan keanehan riwayat saya ketika masih sekolah dasar. Dimana saya selalu menyimpan tragedi kecelakaan mengenaskan dan juga kematian tragis yang disebabkan oleh petasan sebesar tugu yang biasanya ada di persimpangan, di handphone butut saya saat itu. Alih alih anak kecil seumuran saya yang suka berbagi film porno lewat bluetooth yang sebelumnya mereka unduh di warung internet. Dan menyalinnya di flashdisk untuk ditonton dirumah, saya justru melakukan hal yang lain.

Kini, saya benar benar terpikat oleh zaman yang ada sebelum saya lahir dan mencari segala format yang sekiranya berisi jurnal tentang peperangan dan tumpah darah. Karena dirasa tidak menemukan apapun, tepatnya malam ini, saya mencoba mengkoneksikan diri saya saat ini dengan diri saya di masa lampau. Berbekal pikiran liar dan suara suara yang selalu menghantui saya belakangan ini, akhirnya saya merincikan suatu teori dan memutuskan mengabadikannya secara rutin untuk bisa dijangkau diri saya yang akan hadir di masa depan nanti dan menemukan tulisan ini.


SAYA MENEMUKAN SESUATU! SAUDARAKU!

Pertama tama, dulunya manusia purba dan manusa modern alias "kita" dulunya saling berbaur. Memang tak ada bukti konkrit akan hal ini, maka dari itu judul tulisan ini adalah Teori Liar Tak Berdasar.

Lalu aku juga merincikan kenapa setiap orang yang melihat fenomena bintang jatuh selalu memiliki respon yang sama. Yaitu berdoa untuk memperoleh keberuntungan. Aku membuat sebutan sederhana untuk ini. Aku menamainya "Fortune Star" yang jika di bahasa Indonesia-kan artinya "Bintang Keberuntungan". Entah mengapa aku menolak mempercayai teori Darwin dan memilih mempercayai bahwa Bintang yang ada di langit itu bukanlah sebuah pelengkap bumi. Namun ia adalah manusia yang sedang dipersiapkan untuk hidup kembali. Seutuhnya, sesuai doa dari setiap mata yang tidak sengaja maupun sengaja melihatnya dan merespon dengan "Fortune Star". Dan doa mereka menyublim ditelan habis oleh bintang jatuh itu.

Aku menaruh skeptis terhadap semua filsuf yang aku baca dalam bukunya, seolah olah jika aku membacanya terlihat sekali mereka sangat terpaksa menyalahgunakan kata katanya untuk menggiring pemikir di zaman ini untuk bersedia jatuh disana.

Dan lagi, bukankah alam yang indah ini tidak harus di jadikan medan peperangan? bahkan menjadi kolam yang berasal dari setiap sayatan penuh pengucuran darah yang mengucur deras dari tubuh manusia?

Apakah segala macam kitab agama yang membahas tentang neraka itu adalah bumi kita ini? lalu kita yang hidup di neraka ini adalah mantan malaikat yang dulunya hidup di ambang surga, namun melakukan kecurangan seperti adam dan hawa sehingga ditendang ke sini? sampai sampai aku berfikir bahwa di surga-pun masih ada peraturan beserta hirarki yang sepenuhnya mirip di bumi. Seolah olah peraturan yang ada disini itu hasil contekan dari koloni yang berasal dari atas sana.

Teori lain yang menurutku janggal adalah jika benar manusia pertama jatuh di dunia ini dan mereka bereproduksi, sehingga menghasilkan puluhan anak. Mengapa populasi sekarang banyak sekali? bahkan tersebar di berbagai negara. Bukannya hubungan sedarah nantinya selain memiliki anak yang cacat juga menimbulkan dosa? Apa dirimu ini nantinya akan sadar mengapa angkasa seluas itu diciptakan hanya untuk cadangan? seolah olah hanya dijadikan tema obrolan saat dirimu di tongkrongan? sebabnya itu adalah percakapan yang tidak ada habisnya. Akan menjalar kemana mana seperti akar pohon beringin.

Tahukah kamu bahwa manusia memiliki senyawa atom yang sama dengan bintang? senyawa itu ada di luar maupun di dalam tubuh, seoolah olah kita ini adalah sepupu imigran ekstragalaksi dan hal yang berada di radiasi sekeliling kita memiliki hubungan dengan secarik galaksi yang jauh dari kita ini.

Kita ditakdirkan harus di bumi dan entah mengapa harus disini, sedangkan ada kesadaran lain juga turut hidup dan menyaksikan kita seperti teori Darwin. Dan menganggap kita seperti monyet berbaju oleh pandangan mereka yang hidup di peradaban lebih maju. Sehingga, mereka saja enggan menyapa dan berkunjung disini. Meskipun mereka yang hidup di zaman yang lebih maju itu memiliki alat lintas waktu.



Komentar

Postingan Populer