Pilihan tercepat, untuk hasil yang terbaik.
Pandemi berhasil melumat gerigi badan setiap orang sampai berkarat.
Banyak Perusahaan maupun Forum Komunitas mulai berhenti, melambat, bahkan mengalami kemunduran pikir karena kehabisan metode yang bisa diterapkan dalam peradaban sulit kali ini.
Meski Sang Khalik selalu mengolesi pelumas untuk melancarkan beberapa pergerakan yang membuahkan hasil. Percayalah, akan selalu ada senggolan - senggolan konflik.
Dalam Internal. Bisa dimulai dengan konflik antar keluarga, kolega ataupun pasangan, dari level tertinggi hingga terendah. Karena adanya ke-tidak-selarasan emosi berkat dampak negatif Pandemi.
Maupun Eksternal seperti masalah pekerjaan, turunnya salary akibat omset tak tembus, penurunan selera kerja, keterlambatan arus pengeluaran gaji, pembatalan meeting client dan tetek bengeknya.
Disini Metamorfosis setiap individu sedang diuji.
Untuk tetap terus menjadi medioker yang terjun larut kedalam arus stabil atau melawan, guna menciptakan arus yang lain.
Saya selalu menggaris bawahi Buah Pikiran Pandji Pragiwaksono.
" Sedikit lebih beda, lebih baik. Daripada sedikit lebih baik "
Namun, Saya memberi penekanan bahwa harus mengerti setiap resiko dan output-nya nanti. Layaknya Agama, mempunyai perbedaan disetiap keyakinan yang dipercaya tetapi output-nya akan tetap sama.
" Sangat boleh dan relevan mengambil pilihan tercepat untuk hasil yang terbaik "
Pernah melihat Starting Grid di MotoGP? Merasa bahwa itu sangatlah tidak adil? Salah besar!
Start mereka berbeda beda, karena sebelum Laga mereka melakukan kualifikasi untuk menentukan posisi (Qualifying Lap). Pembalap tercepat akan mengisi start paling depan (Pole Position) dan yang terlambat jelas berada di belakang.
Ini berartian bahwa semuanya bisa diatur tergantung oleh akomodasi dan pilotnya, bisa berbentuk dalam berbagai hal jika diterapkan di kehidupan sehari - hari.
Semua mempunyai start masing masing, dan bukan berarti jika berada diujung start paling belakang tidak mampu memenangkan kompetisi.
Layaknya Mario Zwinkle yang mempopulerkan rimanya,“Nahkoda hebat tak lahir di laut tenang”. Ini mencitrakan bahwa kehidupanmu tidak akan berkembang, jika hanya diisi oleh hal yang membuatmu nyaman saja.
Mario Zwinkle (Champions)
Komentar
Posting Komentar