Menua
Simpul tali yang sedang bergelantungan kurang lebih setengah meter diatas tinggiku ini terlihat gagah jika ia diperintahkan memangsa leher manusia. Tali simpulnya kuat, bahannya tak akan rontok meski dipakai bergelantungan dengan beban setengah kwintal atau lebih. Asal tak dengan beban hidup si pelaku, Jelas tali ini akan gugur.
Sudah sepuluh menit aku memandanginya, dengan banyak pikiran kotor seperti.
“Apa setelah ini aku akan berada di neraka? Dengan panas yang lebih dari alat pengukur suhu dibumi? Atau aku akan bertemu paman kemarin di mimpiku yang membawa pegasus?” Aku menggerutu banyak sekali
"Ahh ini menyebalkan" aku berkata dengan diriku sendiri diruangan yang jauh oleh pemukiman warga, jadi mungkin tak akan ada yang menyadari jika aku mati disini.
Kuhisap dulu beberapa kali intisari dari rokok yang kupegang di tangan kiriku, ini bukanlah jenis rokok yang bisa ditemukan di warung. Aku serius, harganya sangat mahal. Terkadang uang hasil bekerjaku habis disini, ini alternatif yang dangkal. Namun nyaman, aku tak mengenal dunia dan berbagai ekspresi menyakitkan yang terlahir diakhirat sementara ini.
"Diam seperti patung untuk beberapa jam lalu menjalani kehidupan sialan lebih baik daripada bergelantungan di tali brengsek itu untuk selamanya" pikirku
.....
"Ilalang sialan! ini menyakiti sepatuku, bahkan tembus sampai dalam. Brengsek! " nadaku bersungut sungut.
Kuputuskan untuk pulang setelah beberapa jam memandangi simpul tali gantung seperti patung. Aku berfikir, bagaimana jika dan bla bla bla lainya. Sialan! mungkin aku sedikit penakut?tidak.
Aku memiliki seseorang yang ingin kulihat saat dia menua, seperti apa rambut halusnya itu nanti memutih. Apakah lekukan tubuh indahnya tetap seperti itu atau dipoles kembali olehnya menjadi lebih baik, akankah ekspresi lesunya berganti menjadi senyuman. Aku ingin menjadi bayangannya ketika ia berjalan dalam panasnya terik matahari, meski tidak menjadi pusat perhatian oleh matanya. Tapi aku masih menjadi rekan terdekatnya. Yang hanya akan hilang jika gelembung sinar matahari telah sirna.
Komentar
Posting Komentar