PROGRAM EDUKASI TERHADAP ANAK ANAK TENTANG KOPI


Industri kopi di Indonesia kini sudah mulai berinovasi, contoh saja seperti event kolaborasi yang minggu ini saya temukan di tempat saya bekerja tepatnya di Communion Coffee. Program inovasinya telah sukses memikat ketertarikan saya terhadap dampak yang “mungkin” akan melahirkan atmosfer positif baru di industri kopi Indonesia. Program tersebut bernama Brew buddies yaitu kelas Barista For Kids, ini ditujukan kepada anak-anak yang belum mengenal kopi secara menyeluruh.

Mereka diberi edukasi berupa materi dasar mulai dari menanam, memanen, memproses hingga nanti ceri kopi tersebut layak di distribusikan ke kedai kopi. 

Dan tak hanya berhenti disitu, anak-anak juga dibekali tata cara menyajikan kopi yang baik dan benar. 

Program Brew Buddies ini merupakan event kolaborasi antara Communion Coffee dengan Astery,

Astery sendiri adalah sebuah toko dengan beragam produk-produk, juga layanan yang berhubungan dengan kopi.

Jadi tentunya mereka sangat memahami seluk beluk mengenai lautan perkopian dan bisa menyalurkan pemahaman kopi mereka terhadap anak-anak.

Lewat penyampaian yang bersahabat dari Astery materi-materi yang seharusnya sulit diterima, menjadi lebih mudah tersampaikan di benak anak-anak.

Ponakan saya kebetulan berminat untuk mengikuti kelas ini, dan saya mencoba menengok perspektif darinya yang ikut kelas Barista for kids tersebut.

Ketika kami tiba dirumah saat kelas telah selesai, saya mencoba untuk menanyainya.

“Tadi belajar apa aja dek?” tanya saya penuh penasaran.

“Banyak om, diajarin cara nanem benih ceri yang bener trus juga cara ngerawatnya gimana. Dan ternyata dimasak juga ya? Wow! seru banget deh pokoknya!” ujarnya antusias.

“Terus apa lagi? Kayaknya tadi buat menu juga ya dek?”

“Oh iyaaaa, tadi tu buat espresso, americano, latte. Sama namanya apa ya yang pake kertas itu aku lupa.”

“Oh kopi filter?”

“Ah iyaa benerrr, tadi aku juga pake alat yang makenya diputer gitu pake tangan. Kalo ga salah namanya hand grinder tadi aku make pas sebelum nyeduh kopiku.”

“Oalah hand grinder ya... tadi kamu nyicip kan kayanya? rasa kopinya pada gimana tuh?”

“Tadi sih nyicip. Cuma aku paling ga seneng espresso, pait banget! Trus aku juga buat latte sendiri tadi hehehehehehe…. keren kannn!”

“Ohhh yaaaa? Keren bangett! tapi yang namanya espresso itu tuh cuma ekstrak kopi doang. Jadi pait gitu emang, aku sih juga gak sukaaa hahahahaha…” 

“Gitu ya om? Kakak-kakaknya yang ngajarin sih super sabar banget! Pelajaran-nya juga aku cepet nangkepnya, udah kayak guru-guruku disekolah.”

“Kayaknya enggak deh, guru kamu-kan rata-rata udah tua sedangkan kakaknya tadi pada masih muda. huahahahaha......." Saya terpingkal-pingkal.


Wow! Ternyata ponakan saya memiliki jawaban yang begitu menyenangkan. Lewat kacamata saya, program tersebut sangat mungkin memajukan industri kopi di Indonesia jika nanti skala programnya lebih besar. Kenapa begitu? Karena ilmu dasar yang telah dipahami oleh anak-anak akan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih nantinya, seperti wajarnya anak-anak pada umumnya. 

Entah nantinya mereka mungkin akan jadi pelaku ataupun penikmat.

Kerja bagus Communion Coffee dan Astery! program ini betul-betul membekas dalam pikiran saya. Sehingga menimbulkan buah pikiran terhadap dampak berkelanjutan yang akan meregenerasi industri kopi secara terus menerus. Saya memiliki harapan besar bahwa nantinya program ini terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun kedepan, khususnya di industri kopi yang sedang marak disetiap sudut Indonesia ini. 



Komentar

Postingan Populer