Ingatan Yang Perlahan Pergi, Bahkan Hilang Selamanya.
Halo semua pembaca, seperti yang kalian ketahui sudah lama sekali saya tidak menulis sajak kehidupan saya di blog ini. Secara rinci dan matang saya akan berbagi kisah yang telah saya jalani di tahun 2023, sebab diujung desember nanti 2023 akan mengakhiri nyawanya sendiri dan bermutasi ke 2024.
Seperti yang kalian tahu, setiap individu memiliki roda masalahnya sendiri. Ada begitu banyak macamnya dan sangat variatif, bahkan saya sendiri tidak bisa menerka maupun mengupasnya satu satu saking banyaknya.
Namun di kisah saya, saya memiliki beberapa hal yang cukup menarik untuk diabadikan. Tetapi tidak akan seru jika ada kisah yang abadi saja, lumrahnya saya memiliki peristiwa sesuai judul tulisan harian saya ini.
Singkatnya, saya tiba tiba saja membanting stir. Yang pada awalnya saya terus belajar mengenai secarik galaksi kuliner, lalu secara sengaja membuangnya di sampah dan pindah ke bumi untuk menjadi seorang rapper. Entah karena apa, debut saya sebagai seorang rapper di kota ini membangunkan emosi saya yang telah mati sejak 2018 dulu. Karna, saya terus berfikir bahwa saya ini hanyalah seutas jiwa yang diberi kesempatan hidup lagi setelah overdosis narkotika di tahun tersebut. Yang lebih mengesalkan lagi, latar belakang saya sebetulnya merupakan seorang dancer, dance yang saya geluti merupakan budaya yang dulunya sangat populer di kota Bronx. Ya, saya merupakan seorang Bboy yang telah menggali ratusan gaya Bboy sejak 2017. Entah itu Toprock, Uprock, Get down, Footwork, Freeze, Powermove dan melatih telinga saya dengan paranada Funk, contoh saja rapper yang dekat dengan telinga para Bboy adalah Eric B, Rakim.
Nasib saya berkata tidak untuk menggeluti hal tersebut, sebab saya dijatuhi hukuman raga berupa sakit jantung bernama Aritmia. Tepatnya di 11 Desember 2019 saya terkena serangan jantung ringan, dalam bahasa medis 'angina pectoris', noraknya disebut Angin Duduk. Setelah beberapa bulan mengawali rawat jalan, saya dipastikan dan di diagnosa untuk juga melakukan perawatan jiwa.
Dalam karir saya, saya pernah bekerja sebagai seorang barista di Namdwa milik teman saya. Lalu dipenghujung karir yang membuat saya di rujuk ke klinik jiwa adalah saat saya bekerja di Snama. Saya mengalami kesulitan tidur selama sebelas hari, dan jantung saya semakin memburuk. Saya sama sekali tidak tidur selama sebelas hari, bukan karena soal apapun. Saya tekankan lagi, tidak ada masalah pikiran yang membuat saya menjadi seperti itu. Karena di Snama sendiri saya sangat bahagia, Dari gajinya, ilmunya dan segala sektorlah. Saya bahagia.
Awalnya saya masih di RS Moewardi saat itu, periksa mandiri dan tidak menggunakan BPJS karena kalo boleh jujur saya maupun keluarga sudah skeptis kalo memakai akomodasi jalur pemerintah akan lemot ditangani dan ini fakta, nanti saya akan ceritakan detailnya ketika saya pindah Rumah Sakit. Saat di RS Moewardi saya di rujuk dulu di Psikolog, dan masih saja tidak bisa tidur. Lalu besoknya saya baru di pindahkan ke Psikiater. Saya mendapat beberapa anti depresan, namun saya lupa jenisnya. Ada 2 obat yang diberikan, racikan untuk pagi dan racikan untuk malam. Dan benar saja, saya bisa tidur normal.
Kakak saya yang dari Hongkong pulang untuk mengurus saya saat itu, saat pemeriksaan terakhir dokter mengatakan bahwa saya hanya mengalami denyut jantung tidak teratur. Tidak terlalu serius, namun dokter mengatakan penyakit ini bisa membunuh saya kapanpun dan tidak terduga sebab kasus Aritmia memang seperti itu. Karena dirasa aman, Kakak pertama saya kembali lagi keluar negri karna ialah salah satu fondasi keluarga saya dan saya merasa sangat menyusahkannya saat itu.
Sampailah pada di waktu saya bekerja di Communion Coffee di Tahun 2022. Saya bertemu dengan Dokter bernama Dr.Tomang. Dr.Tomang ini yang membantu dari segi media dan marketing, sebenarnya saya hanya beberapa kali bertegur sapa namun melihat latar belakangnya yang dokter saya berani mengajaknya berbicara mengenai masalah saya dari a-z. Dapatlah saya saran untuk bertemu kenalannya bernama Dr.venny, beliau adalah dokter jiwa saya hingga sekarang. Awalnya saya periksa mandiri di RS Onkologi, karna merasa ini sangatlah mahal bagi saya. Saya memberanikan diri bertanya apakah ini bisa BPJS dan beruntungnya bisa. Lalu berjalanlah kontrol jiwa saya sejak 11 januari 2023 di RS brayat.
Merasa hidup saya bisa sangat normal dengan obat yang diberikannya saya sangat berterimakasih dengan teman saya Dr.Tomang tadi. Karena di tahun 2023 ini bahkan saya bisa sekaligus bekerja di dua tempat yaitu di Wang Li Heng dan Communion. Namun mimpi buruk menghampiri saya lagi, sayangnya hal mengenai tidak bisa tidur secara normal ini kembali lagi dan saya merasakan bahwa kepala saya sering sakit dan dirujuklah saya ke Neurologi lalu bertemu dengan Dr.Clara di Bulan mei.
Saat sedang dalam rawat jalan oleh Dr.Clara saya bercerita bahwa saya dulunya pernah sakit jantung, dan dirujuklah lagi ke klinik jantung. Nama dari dokter jantung saya ini Dr.Zakky, beliau menganjurkan saya EKG,Rontgen Dada dan USG jantung. Menurut beliau EKG saya masih sama, yaitu detak jantungnya tidak teratur, lalu saya mengeluhkan ke beliau bahwa sering merasa capek beraktivitas dan dada saya seperti tertindih. Dan benar saja memang jantung saya di tahun ini dikatakan memburuk. Tidak berhenti di situ saja, Bulan ke dua setelah saya dirujuk ke Neurologi saya dianjurkan untuk CT scan. Dan mimpi buruk terjadi disini, saya mengalami komplikasi. Yaitu terjadi pembekuan di otak saya. Dari hasilnya, namanya "sub-akut infark occipitical kanan" yang diartikan "Stroke ringan dibagian otak kanan". Alhasil memang, terkadang saya merasa visual saya aneh dan badan saya serasa hendak jatuh beberapa kali.
Pada saya pertama kontrol di RS brayat ini, wah. saya dibikin syok karna antrian BPJS banyak sekali. saya tidak menjelekan atau apapun itu, ini hanya fakta kecil saja yang kalo dirasa jika saya sabar tak akan jadi masalah sebab wajar saja saya tidak mengeluarkan sepeser uang, palingan parkir.
Waktu demi waktu terus berjalan hingga november 2023 ini, di bulan ini saya merasa makin parah jadi pecandu obat anti depresan, terkadang saya minta obat pagi siang malam agar bisa saya minum sekaligus, tak hanya disitu. Saya pernah mencoba meminumnya dengan alkohol murahan agar lebih cepat bisa tidur, karna saking depresinya tidak bisa tidur ini.
Lalu mengenai judul yang berada di semua kesimpulan ini, lusa lalu teman dekat saya. Sebut saja Fulana. Fulana ini mengirimkan efek anti depresan yang berlebihan yang ia dapat dari tiktok, dan benar saja ini sangat terhubung dengan saya, dimana saya sering melupakan hal yang bahkan sesimpel "ini aku sedang dimana ya?" padahal saat saya memiliki batin tersebut saya yakin sekali sedang bekerja dan mengambil beberapa kursi yang ingin saya pindahkan saat menutup kedai di Makmoer. November ini saya bekerja disana bersama teman saya, saya sempat berkata padanya bahwa saya melihat surakarta ini seperti kota yang baru di mata saya. Sedangkan saya hidup disini puluhan tahun. Tak hanya itu, saya terkadang masih sempat lupa akan nama teman saya sendiri, mukanya dan yang lain. Sebab itu saya menuliskan beberapa nama dari mereka yang sekiranya saya akan lupakan padahal penting.
Naasnya, saya memiliki ingatan yang tidak bisa hilang dari 2018 hingga kini. Yaitu dimensi kematian yang saya rasakan saat hampir saja mati, dan menghantui saya sejauh ini. Lalu saya menyimpulkan bahwa hal tersebut yang membikin saya sangat sangat susah tidur maupun berkonsenstrasi. Dan lalu dipertemukan anti depresan yang membuat kondisi saya lebih parah lagi. Tahun ini saya berdedikasi untuk bersih dalam segala hal yang menurut saya menurunkan kualitas hidup.
Teruntuk segala jiwa dan raga yang memudar maupun hilang dalam memoriku. Tenanglah, mari kita mulai lagi.
waw, menajubkan, saya salah satu saksi hidup dari tulisan ini🙏🏻semoga sehat selalu my sosa
BalasHapus